Senin, 28 Januari 2008 ada peristiwa yang mengesankan. Setelah sholat dzhuhur di masjid Ukhuwah UI, sembari membaca qur’an saya melepas lelah. Tiba-tiba, terdengar suara dari speaker masjid bahwa lima menit lagi akan ada acara masuk Islam. What? Saya bingung…apa maksudnya acara tersebut? Eh, ternyata ada yang mau masuk Islam…I see…I se…
Selang beberapa waktu kemudian acara [...]
Arsip untuk Januari, 2008
Masuk Islam
Diposkan dalam Islam pada Januari 29, 2008 | Leave a Comment »
Pejuang tanpa keluh kesah
Diposkan dalam Renungan pada Januari 24, 2008 | Leave a Comment »
Lebaran kemarin, alhamdulillah saya bisa bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman. Waktu tersebut saya gunakan untuk bertemu teman, guru, dan tetangga yang memang jarang saya temui. Ya, paling satu kali setahun. Kalaupun saya pulang kampung waktu liburan kuliah,biasanya saya hanya berdiam diri di rumah atau paling-paling ke sekolah SMA silaturahim dengan guru dan adik kelas [...]
Madin dan Perjuangan Hidup seorang Petani
Diposkan dalam Renungan pada Januari 24, 2008 | Leave a Comment »
“Din, aku minta diberikan modal usaha dong..” pinta Madin, teman seperjuangan saya sewaktu di rohis SMU N 1 Brebes. Madin adalah sosok yang kalem dan rajin. Madin yang saya kenal merupakan teman yang jujur dan penuh semangat. Sewaktu berjuang bersama di rohis SMA, ia mampu menangggung beban yang lebih bertanggung jawab pada even-even organisasi. Ia [...]
Anak tukang Es bermental Juara
Diposkan dalam Renungan, Label cerita, es, juara, robot, zakat pada Januari 24, 2008 | 2 Komentar »
Namanya memang unik, Untung. Ya, dia anak seorang pedagang es keliling di sebuah desa di daerah Brebes. Ia satu SMA dengan saya dan di kelas 3, ia satu kelas dengan saya di III IPA 1. Sebagaimana siswa-siswi semester akhir SMA, ribut campur bingung mikirin kemana akan melanjutkan setelah tamat SMA. Ada yang mau ke kedokteran, [...]
Apa Kata Orang Lain Tentang Anda
Diposkan dalam Renungan pada Januari 23, 2008 | 1 Komentar »
Banyak orang takut pada pendapat orang lain tentang diri mereka. Padahal, suka
atau tidak, orang lain pasti memiliki pendapat tentang diri anda. Dan, anda pun
takkan mampu menghentikannya. Sebaliknya, bila mau, boleh-boleh saja anda
membalas mengatakan sesuatu tentang orang lain. Sayangnya berbantah-bantahan
tentang hal ini tak selamanya menolong keadaan. Jadi, mengapa risau?
hermeneutika dan fundamentalisme
Diposkan dalam Islam, Label Catatan pada Januari 23, 2008 | Leave a Comment »
Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi bahasa Inggris buku karya Jack Nelson-Pallmeyer tersebut. Banyak hal bisa dikritisi dari isi buku ini, karena penulisnya sudah menggugat kesucian teks [...]
resensi Al Qur’an Dihujat
Diposkan dalam Resensi, Label Resensi pada Januari 23, 2008 | Leave a Comment »
Dewasa ini para penghujat al-Qur’an bukan hanya kalangan orientalis, tapi juga para sarjana dengan titel akademis yang tinggi dan berprofesi sebagai pengajar di perguruan-perguruan tinggi Islam. Biasanya para sarjana ini tidak langsung mengingkari keberadaan Al-Qur’an, tetapi mereka melakukan berbagai macam penafsiran yang melecehkan Al-Qur’an dan kemudian mengajarkannya kepada para mahasiswa dengan cara yang sistematis.
Renaissance Indonesia
Diposkan dalam Catatan, Label Catatan pada Januari 23, 2008 | 2 Komentar »
Istilah renaissance bermakna kelahiran kembali atau kebangkitan kembali. Istilah ini mengacu kepada sejarah dunia Barat –khususnya Eropa dan memang berawal dari Eropa– sejak perioda abad ke-15 menurut satu sumber, atau abad ke-16 menurut sumber lain. Karena itu kita perlu menelusuri secara singkat sejarah Barat, dan kebangkitan tersebut tidak terlepas [...]
Budaya Ilmu (Satu Penjelasan)
Diposkan dalam Resensi, Label Resensi pada Januari 23, 2008 | Leave a Comment »
Resensi Buku
Judul : Budaya Ilmu (Satu Penjelasan)
Penulis : Prof. Dr. Wan Mohd. Nor Wan Daud
Penerbit ustaka Nasional Pte-Ltd, Singapura
Tahun : 2003
Hlmn : x+173 hal.
ASAS KEBANGKITAN PERADABAN
Pada awal pagi
Dia mendaki gunung mencari kayu api
Sehingga larut malam
Dia menganyam selipar (daripada jerami [...]
8 Hadiah Terindah dan Tak Ternilai
Diposkan dalam Renungan, Label Renungan pada Januari 23, 2008 | Leave a Comment »
Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya.
Memang bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan
berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang
secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga
penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.