Di taman hati, kulihat mawar merah merekah
Menyerbakkan aroma bau surga yang fana
Segar, anggun, dan penuh wibawa
Hanya kenduri yang beriring alun misteri
Menyeringai jiwa menahan nestapa
Menyelimut diri mengiring sepi
9 Jun
Oleh duniabaruku pada puisi. Ditandai:jiwa, misteri, pusisi, sepi. & Komentar
Di taman hati, kulihat mawar merah merekah
Menyerbakkan aroma bau surga yang fana
Segar, anggun, dan penuh wibawa
Hanya kenduri yang beriring alun misteri
Menyeringai jiwa menahan nestapa
Menyelimut diri mengiring sepi
| PraigargyRert di Asrama IPB Sukasari | |
| Salef di Antara Noordin M Top, Terorism… | |
| indah di Tes Psikologi (1) | |
| jookut di Nasihat Kematian | |
| bagus tejo pramono di Cara Membedakan Daging Babi da… |
Blog pada WordPress.com. Theme: SpringLoaded by the449.
Posted by Tjubit on Juni 10, 2008 at 4:51 am
aroma bau surga yang fana
namanya dunia pasti fana
lam knal ya
Posted by rhie on Juni 19, 2008 at 11:24 am
knapa?
gi merasa sendiri?
hidup itu indah tak ada yang perluy disesali,
hihihih error nih…
lam nal ya,,,,