Gambar berikut saya ambil sewaktu gladi resik wisuda tahap I IPB bulan Oktober kemarin. Sudah lama, baru inget tujuan saya memfoto bagian ini: nampilin di blog (ha..ha…). Ini foto saya ambil atas seijin yang difoto. Tidak lain dan tidak bukan, yang difoto adalah kakak kelas saya, yang diwisuda bareng beberapa bulan lalu.

Pengantar…
Memang, kadang untuk mempersiapkan segala sesuatu dimulai dari memberi alias berkorban terlebih dahulu. Sama halnya dengan kakak kelas yang satu ini. Entah, memang apa dasanya ia kocak dan lucu abis. Sewaktu saya bilang, “koq bandroll-nya belum dicabut?”. Ia menjawab, “biarin aja, baju ini saya beli tadi malam”. Senyum pun merekah di antara kami, narsis…narsis…:-)
Eh, ntar dulu..emang apa hubungannya dengan pengorbanan dan kejadian sebelum hari-H wisuda tersebut? Sederhana, kadang kita ingin tampil dan berbuat yang sebaik mungkin pada momen yang kita anggap penting dan tak kan terulang. Lalu, bagaimana dengan detik-demi detik yang kita lalui? Bukankah ia tak kan terulang? Lalu, bagaimana dengan besarnya niat dan usaha kita? So, akankah kita biarkan kebaikan-kebaikan itu akan berlalu..?
afwan klo kbykn kmntr..sxan cri data..
do the best SELALU dunk!
bknkh stiap amal adlh pilihan
brbuat sesuatu ato tidk bbuat apapun adl pilihan
mmutuskan sgala plhn (mmilih) tu adl tgjwb pribadi
mmilih mngkn bukan hal besar,tp dpat mbw prubhn bsr.
wah, mantabh nih komentar saudariku yang satu ini…
Tul Mba Nana…