Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis,
Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Masa Penjajahan Baru,
Kata Si Toni
(Karya Taufik Ismail)
Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Jadi sangat tergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara
Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang [...]
Arsip untuk Juli, 2009
Bangsa Pengemis
Diposkan dalam Renungan, Label amerika serikat, australia, cinta, hati, inggris, IPB, irama, jepang, kolonial, negara, PBB, pemerintah, penjajah, puisi, sedih, taufik ismail, upacara, US pada Juli 27, 2009 | Leave a Comment »
Membaca, Siapa Takut?
Diposkan dalam Catatan, Label buku, Catatan, ilmu, Islam, kampus, membaca, perguruan tinggi, Renungan, sekolah pada Juli 19, 2009 | Leave a Comment »
Membaca. Sebuah kata yang terdengar ringan, baik sekedar melafalkan bahkan melakukan. Melafalkan hanya butuh kemampuan aksara, sedangkan melakukannya hanya perlu tambahan mata.
Sepertinya semua sepakat bila membaca adalah cara cerdas menimba ilmu. Meskipun menghadiri tempat pendidikan (sekolah, perguruan tinggi, majlis ilmu, atau sejenisnya), tetap saja membaca adalah syarat terbukanya hikmah. Bahkan, membaca adalah satu-satunya cara murah [...]