Tasyakuran 5 INSIST

Sabtu, 9 Februari 2008 di Aula PPSDMS Nurul Fikri, Depok pkl 09.30-12.30 telah berlangsung tasyakuran sebuah lembaga yang mendedikasikan diri pada rekonstruksi khazanah pemikiran dan peradaban Islam. Lembaga tersebut lebih dikenal dengan nama INSIST, singkatan dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization. Di dalam ruangan tersebut berkumpul orang-orang yang tertarik dengan kajian peradaban Islam, mungkin sekitar 200 orang. sebagian besar besar pengunjung adalah anggota aktif INSIST dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek, bahkan ada yang dari luar daerah.

Acara tersebut mengungkap kembali sejarah berdirinya INSIST, mulai latar belakang, tujuan, program, kegiatan, sampai lika-liku perjalanan peneliti yang tergabung di dalamnya. Setelah sambutan dari pihak MUI, gayung pemaparan INSIST beralih ke Ustadz Adian Husaini. Beliau adalah alumni IPB yang sebagian dari kita mungkin sudah sangat familiar dengan karya-karya monumental beliau, seperti Wajah Peradaban Barat.. Ustadz Adian menceritakan awal berdirinya dan pasang surut usaha INSIST dalam mencounter pemikiran Jaringan Iblis Liberal (eh maaf, Jaringan Islam Liberal). Mulai dari kisah beliau kuliah di ISTAC, Malaysia, sampai usaha bersama teman-teman peneliti INSIST untuk mempromosikan worldview Islam dalam bahasan pelajaran mahasiswa peminat ilmu agama (syari’ah, fiqh, ushuluddin, dll). Singkatnya, beliau bercerita tentang peran dan perjalanan pengusung oksidentalisme di Indonesia.

Dengan makalah berjudul ‘Dari Tradisi Ilmu Menuju Peradaban Islam’, Ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi (Presiden Direktur INSIST) menjelaskan bagaimana Islam menjadi pandangan hidup, sejarah peradaban Islam, dan upaya menjadikan ilmu sebagai batu pondasi penyusun peradaban. Berdasarkan pengamatan saya, peserta yang hadir menikmati dan sangat antusias mendengarkan pemaparan lulusan pesantren Gontor tersebut.. Sambil menyisipkan humor khas kaum oksidentalis, Ustadz Fahmi mengajak hadirin menilik kembali konstruksi pemikiran Islam yang saat ini kian pudar karena ulah musuh Islam. Singkat cerita, tasyakuran INSIST mencoba mengajak ummat Islam untuk bangga dengan ilmu yang dimiliki dan bangun dari buaian mimpi zona nyaman.

Selepas acara tersebut, saya semakin sadar bahwa sebenarnya telah lama ummat ini diperdaya oleh orang-orang yang tidak senang dengan tegaknya dinul Islam. Segala cara telah mereka lakukan untuk menjauhkan ummat ini dari ajaran murninya. Lambat laun, apabila ummat ini tidak cepat bertindak, semakin dekatlah kenyataan sabda Rasulullah tentang akhir zaman. Alloh SWT akan menarik ilmu dari dunia dan ummat ini laksana hidangan yang direbutkan kufar la’natullah alaihim…

Hal terkecil yang bisa kita upayakan saat ini adalah menjaga diri dari hempasan ‘ghozwul fikri’, perang pemikiran. Lebih jauh lagi, dengan ilmu yang kita miliki, digunakan untuk kemaslahatan ummat……lalu, bagaimana dengan Anda?

2 responses to this post.

  1. Topik Cukup menarik, tetapi mungkin akan jauh lebih sempurna jika ditambah dengan adanya histori of oksidentalisme, ok !

    Balas

  2. Posted by duniabaruku on Desember 17, 2008 at 11:08 pm

    kalau histori of oxidentalism belum banyak refferensi. Mungkin Mba, bisa menunjukkan??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: