What Happen With Me…?

What? Saya tidak tahu apa yang terjadi. Namun, yang pasti saya sedang bad mood. Akhir-akhir ini saya jarang menulis lagi, mencurahkan perasaan yang ada di hati. Padahal, kalau dipikir-pikir sangat banyak yang mengendap di otak ini. Kadang pikiran itu ingin saya tuangkan dalam tulisan agar tidak mudah menguap begitu saja, hilang dari angan. Keinginan menulis itu masih ada. Tapi, what’s wrong with me?

Keinginan itu kalah hanya karena ‘keinginan sesaat’. Ketertarikan pada suatu aktivitas yang sebenarnya -kalau dipikir-pikir-tidak banyak manfaatnya.

Telusur punya telusur tentang diri ini, akhirnya saya mulai dapat kunci yang selama ini hilang. Kunci gerbang konsistensi pada sebuah konsep yang telah lama saya buat. Jalan yang telah lama saya bayangkan, angan yang telah lama saya bangun, cita yang telah lama saya renda.

Memang, kadang konsistensi menjadi bagian yang paling ‘memuakan’ dalam hidup. Merasa bosan dan I think I’m a robot who programmed by myself, and I cann’t change it. Tapi…kenapa ketika saya sudah mulai memberontak dengan konsep yang telah dibuat, bayangan masa depan tambah kacau? Mengapa alur cita itu makin abstrak?

Oh no!!! Saya bukan bagian dari mimpi seseorang. Bahkan seseorang yang saya kagumi sekalipun. Saya adalah saya. Pribadi yang mempunyai mimpi. Mimpi akan kebahagiaan yang hakiki.

Sekilas, hanya waktu yang akan membuktikan bahwa ‘Saya Pasti Bisa’ . Biidznillah…

Semua pasti akan berlalu. Kehidupan yang telah lalu, lupakanlah. Sejarah memang perlu. Namun, masa depan jauh lebih berarti untuk dipikirkan. Kata siapa tak usah memikirkan masa depan yang kita saja tidak tahu masih hidup atau sudah dimakamkan. Namun, bukankah hidup yang terbaik di dunia ini adalah by design? Sorry, dunia ini bukan buatan nista yang jadi sekehendak hati penciptanya. Sebuah misi itu perlu, dan pasti ada. Jadi, sangat perlu menerjemahkan misi itu.

Sejengkal demi sejengkal, usaha adalah keniscayaan. Usaha menerjemahkan misi dalam bahasa gerak. Memaknai misi dalam sebuah bunga rampai pemikiran. Konsep peradaban yang dimulai dari pribadi. From the small thing to the big thing.

Oke. Hidup memang kadang tidak sesuai skenario diri. Namun, bukan berarti ketika kita menyerah pada keadaan semua menjadi biasa saja. Entah apa yang ada di benak manusia. Yang pasti, harapan masih terbentang.

Sungguh diri ini tidak akan pernah tahu kapan malaikat Izra’il itu akan bertandang. Inilah rahasia yang mengungkap makna di balik kenyataan yang ada. Ketidaktahuan manusia seakan bermakna ‘berbuatlah yang terbaik’ untuk dirimu. Berbuat yang paling mengesankan dalam hidupmu. Berbuat yangs sesuai dengan naluri insanmu. Namun, ingat…semua pasti akan terjadi. Setapak demi setapak kematian itu akan menjemput. Jangan sia-siakan nafasmu di detik ini dengan kensitaan diri akibat ketidaktahuan. Semua pasti akan dipertanggunjawabkan.

Pedoman sudah ada. Mau apa lagi?

Back to as-sholah.

5 responses to this post.

  1. Posted by bee on April 12, 2008 at 6:57 pm

    pedoman?
    kalo boleh tau ..
    gimana cara lo ngadepin org2 yg g pduli pedoman lo?

    Balas

  2. Posted by bee on April 12, 2008 at 6:58 pm

    eh,,
    afwan yak klo slama ni ke-cerewet-an..
    tapi,
    ini bukan brarti keras kepala ya!!

    Balas

  3. Posted by bee on April 12, 2008 at 7:01 pm

    eh,btw..
    klo bad mood gitu, gmn klo kluar dr jalur sebentar..
    ha3,
    lo penat tuh..

    Balas

  4. Posted by duniabaruku on April 13, 2008 at 5:40 pm

    @ bee
    1. Cara menghadapi yg g peduli d pedoman:
    a. memberikan contoh yang baik dan argumen yang sesuai
    b. nasihat yang tidak menggurui
    c. sabar dan ikhlas

    2. not at all
    3. sometimes, I have to refresh my self, run down my objectives life, and imagine what all I’ll get if I do something based on my guidance…

    Balas

  5. Posted by lizaaufiautami on April 18, 2008 at 10:25 am

    nice..
    salam knal,
    -bee-

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: