Gang NERO: Emansipasi Wanita?

Kekerasan terjadi di dunia pendidikan. Ups, bukan IPDN ataupun STIP yang tengah merebak lagi akhir-akhir ini. Sekelompok remaja ‘wanita’ yang mengatas namakan diri NERO (Neko-neko langsung keroyok; Kalau macam-macam, langsung keroyok). Konon, dari pengakuan kelompok gang ini, organisasi underground kewanitaan (halah…) ini dibentuk dari kelompok basket di sebuah sekolah di bilangan Pati, Jawa Tengah. Awal mulanya, gang NERO bertujuan sebagai ajang tempat curhat, kumpul-kumpul alias kongkow-kongkow, etc yang namanya anak muda. Namun, akibat saking eratnya persaudaraan di antara mereka, gang NERO mengabaikan ‘persaudaraan’ dengan sesama ‘manusia’.

Wah, sebuah emansipasi wanita Indonesia gaya baru. Emansipasi, ya emansipasi yang mm…mungkinkah sesuai harapan Mba Kartini saat itu? I don’t know…Menyusul gang motor yang all members are cowok, kini gang NERO yang bertindakan NORA dengan beranggotakan wanita-wanita perkasa (ha..ha…). Saking perkasanya, menunjukkan kepada sesama wanita, ini nih gang NERO. Kalaupun macam-macam sama kita, kita keroyok lu pada….coba mereka nantang yang cowok? Hua ha..ha…

Mm..adakah kaitan mereka dengan gang motor asal Bandung? Fans dan artis? Satu saudara? Hoo…ho…ho…yang pasti mereka satu bumi, Indonesia. Mereka membutuhkan perhatian, makanya cari-cari perhatian, mengelompok sendiri, etc.

Saya usul sih, kelompok semacam ini dibina aja. Kalau mereka remaja di SMA, kan ada tuh ekskul kerohanian Islam alias rohis. Masukin aja…biar ngaji dan tahu diri tujuan hidup ini untuk apa? Kalau mahasiswa, diarahkan masuk LDK atau semacamnya biar menyalurkan bukti persaudaraan mereka secara benar.

Hmm…Indonesia, Indonesia…kalau generasinya kayak gini semua…mau jadi apa? Om dan Tante di Pemerintahan, Bu dan Pak Pengajar atau Pendidik….let’s think this problem…

Nah, ini nih salah satu videonya. Ini diambil waktu gang motor nggak rela salah satu anggotanya di ejek…Wah, padahal kalo emang ejekannya benar kan tinggal diperbaiki aja. Kalaupun tidak, ya kasih nasihat dan pengertian sewajarnya aja nggak usah pake kekerasan kenapa yak?

3 responses to this post.

  1. Posted by echo S on Juni 16, 2008 at 3:39 pm

    bentuk kegilaan wanita yg lupa akan kodratnya, perlu pembinaan intensif oleh pihak keluarga sbg basis dalam membangun perilaku, sikap mental… apa ini suatu ekspresi baru bg wanita yg merasa terjajah oleh arus kehidupan… apa iyaa… ya

    Balas

  2. emang dasar tuh wanita murahan smua
    jablay smua gk tau diri
    gembel
    klo gw di gituin mah udah pasti mati gang nero ma gw

    Balas

  3. Posted by duniabaruku on April 11, 2009 at 5:24 pm

    @ blackwarr
    he..he…tenang, Boss.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: