Archive for Oktober, 2008

Intropeksi Bagi Seorang Lelaki

Duh, kadang sebagai publik figur mengesalkan. Kalau pergi ke mana-mana banyak yang memperhatikan. Tak hanya itu, fans sering bertanya pada hal-hal yang bersifat pribadi tak terkecuali pada urusan ‘keluarga’. Ya, sebagai high quality jomblo rasanya memang sudah biasa. Walaupun banyak gadis di sekitar yang melirik, banyak janda yang tertarik, bahkan nenek-nenek yang ngantri minta foto bareng di suasana terik; sekali lagi, itu resiko orang terkenal. Tapi, pertanyaan ini memang saya rasa kebangetan: nikah kapan? Ha….??? Mungkin seeh, ini pertanyaan biasa. Apalagi bagi mantan mahasiswa (tela(d/t)an) seperti saya. Setelah lulus dengan IPK yang tergolong CL (cukup lah), banyak tawaran kerja bahkan melanjutkan ke S2. Kalau tawaran kerja misalnya cuci baju, nyetrika, sampai ngasuh anak (ha..ha…), sedangkan tawaran ngelanjutin S2 termasuk ‘slunyam-slunyum’ (sana-sini) di berbagai padepokan dalam dan luar mimpi.
Nikah adalah sunnah Rasulullah SAW. Hmmm, dengan berbagai syarat, hak, dan kewajiban yang mengiringinya seakan pernikahan menjadi hal ‘wuah’. Baca lebih lanjut

Menanti Pemimpin dari Langit

Menanti Pemimpin dari Langit

pemiraPerhelatan politik kampus semakin memanas. Bergitulah kiranya yang menjadi kesimpulan tentang keadaan dunia pergerakan berbasis moral intelektual ini. Pasalnya, estafet kepemimpinan keorganisasian mahasiswa tengah terjadi di kampus yang mengabdikan diri di bidang pertanian. Pertarungan kepentingan, kebutuhan, dan ideologi menjadi sengit karena kontestan kali ini terdiri dari berbagai warna yang menyusun pelangi kampus. Apabila dicermati dari kampanye-kampanye yang tengah beredar di sekitar kita, terdapat banyak kemajuan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Walaupun tak semarak ketika era pergerakan mahasiswa mencapai tonggak pada tahun 1998, intrik politik yang merebak dan pestapora sisi lain dunia kampus saat ini cenderung meriah. Peminat dunia kelembagaan mahasiswa dapat dikatakan meningkat dengan parameter banyaknya kontestan yang mendaftar sebagai calon pemimpin kampus. Dengan latar belakang organisasi, ideologi, dan kepentingan yang berbeda para calon pemegang kebijakan dunia kemahasiswaan kampus hijau ini berjibaku menarik simpati mahasiswa lainnya. Perang slogan, janji, dan komitmen terhadap pemilih menjadi andalan para calon presma-wapresma meraih kemenangan. Baca lebih lanjut

Quick Count Pilkada Bogor

Berikut hasil quick count (hitung cepat) Pilkada Kota Bogor (Pilwalkot) 2008-2013. Sumber data berasal dari DPD PKS Kota Bogor.

Hasil Akhir QuickCount Pilwalkot Bogor
1. H. Syafei Bratasendjaja & Drs. H. Akik Darul T.  (8,4%)
2. Ki Gendeng Pamungkas & KH. Drs. Ahmad Chusairi, MM, MA  (7,2%)
3. Dra. Iis Supriantini, M.Pd & Dr. H. Ahani, Sp.PD  (5,6%)
4. H. Dody Rosadi, M.Eng & H. Erik Suganda, MA  (14,2%)
5. Drs. H. Diani Budiarto, M.Si & drh. Achmad Ru’yat, M.Si (64,6%)

dari 100% TPS Quick Count(150 TPS)
25 Okt 2008 jam 17:34 WIB
error : 0,4%

Potential is Nothing

Sabtu yang lalu, saya menghadiri acara temu sponsor beasiswa salah satu yayasan bergengsi di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh sponsor beasiswa, penerima beasiswa, dan pihak institusi perguruan tinggi penerima beasiswa.
okay, karena akhir-akhir ini saya agak males untuk nulis banyak di blog, sebenarnya kesempatan mood kali ini ingin share sesuatu. Apakah itu? Satu kalimat yang terdengar berbeda ketika acara tersebut berlangsung, dan menurut saya mengandung banyak filososfi (chie..) adalah perkataan dari Presiden Coca Cola Company. Beliau bilang in english (udah saya terjemahkan bebas):

“Potensi (yang Anda miliki) itu tidak ada apa-apanya. Apabila tidak melakukan sesuatu. Oleh karena itu, lakukanlah sesuatu dengan potensi Anda tersebut…” Baca lebih lanjut