Archive for Desember, 2008

Seni Memberi Nasihat

Pada suatu hari, ada seorang petani yang melihat tanaman layu. Selidik punya selidik, ternyata tanaman tersebut kurang pemeliharaan dan jarang diberi air. Ia kemudian mengambil air dan menyiramkannya sedikit ke tanaman layu. Sehari kemudian, ia melihat tanaman tersebut menjadi lumayan segar namun belum sesuai dengan harapan. “Wah, tanaman itu harus diberi air yang banyak supaya cepat segar nih. Lagi pula, saya kan sudah mendapatkan banyak air. Tidak ada salahnya saya bagi untuk menyirami tanaman layu ini”, pikir petani tersebut. Beberapa hari kemudian, bukannya tanaman segar yang didapat. Petani malah menemukan tanaman yang tercerabut dari akarnya. Tanaman itu hanyut dan mati terkena air. Baca lebih lanjut

Jangan Rubah Dunia

“I want to change the world”
(Inuyasha OST.)

Al kisah, ada seorang raja dari negeri yang adil dan sejahtera. Suatu ketika, sang raja berjalan-jalan di wilayah yang dipimpinnya. Sesaat setelah melakukan perjalanan tersebut, sang raja mengeluh sakit dan pegal-pegal. Hal tersebut karena jalan yang ia tempuh kasar dan berbatu. Pun, perjalan tersebut adalah perjalanan panjang pertama sang raja mengelilingi wilayahnya.

Sang raja memerintahkan kepada pegawainya untuk melapisi seluruh jalan di sekitar dengan kulit supaya nyaman diinjak. Untuk rencana tersebut, kerajaan harus menyiapkan ribuan kulit sapi dan dana yang tidak sedikit. Melihat hal ini, ada seorang pembantu raja yang berkata ” Wahai raja, mengapa engkau mengeluarkan banyak anggaran hanya untuk keperluan tersebut? sebenarnya, engkau hanya perlu sedikit kulit untuk menjadi alas kakimu sehingga nyaman untuk berjalan di jalan kasar”. Sang raja pun tersadar dan berterimakasih atas usulan tersebut.

Kadang, kita menginginkan dunia menjadi tempat yang indah, nyaman, damai, dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tak jarang, kita menginginkan orang lain untuk berubah. Namun, sebenarnya kunci untuk mengubah dunia tersebut hanyalah dengan mengubah pandangan hidup kita. Ya, kuncinya terletak pada kita. Ubah diri sendiri dulu.

tf: 100 Morals Stories

Keinginan dan Kebutuhan

“Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk INGIN SESUATU, pahami bahwa Allah SWT punya sejuta tahu akan KEBUTUHANMU. Awali hari ini dengan rasa syukur dan keikhlasan. Nikmati setiap detik waktu yang berdetak dengan istiqomah dan keikhlasan. Akhiri kelelahan hari ini dengan senyuman dan keikhlasan. Semoga Allah SWT ridho dengan semua kerja kerasmu hari ini”
(+2856974144XXX)

Untuk saudaraku yang mengirimkan sms ini, terima kasih.

YA.
SIAPA yang tidak mempunyai keinginan dalam kehidupan ini? Siapapun, mempunyai impian, keinginan, dan kebutuhan. NAMUN, siapa yang dapat memahami dan MAMPU memenuhi keinginan tersebut? Baca lebih lanjut

A Tribute To Adi’s Wedding

Undangan Pernikahan.
Wah, siapa lagi ya yang akan menikah. Segera hatiku bertanya seperti itu ketika seorang teman menyerahkan selembar kertas cukup tebal. Betapa terkejut diri ini, ternyata undangan tersebut dari Adi Arifin. Kakak kelas satu kost dengan saya. Lha, diam-diam menghanyutkan…

MBA.
Adi Arifin
, seorang mahasiswa Departemen Ilmu Komputer IPB ini mengakhiri masa lajangnya (insya Allah) pada 30 Desember 2008. Ia menikah dengan wanita satu kampung. Eh, bukan semua wanita yang tinggal satu kampung ya. Tapi, seorang wanita yang tinggal satu kampung dengan dia. Kampung Jakarta. Ia menikah lantaran MBA. Lagi-lagi, jangan su’udzhon (benar nggak ya Bang Adi?). MBA di sini bukan kependekan dari Married By Accident. Namun, kepanjangan yang benar adalah Married By AdSense (Hiks…hiks…). Terang saja, boleh jadi penghasilannya dari AdSense Google setiap bulan cukup untuk bekal menikah dan membiayai orang lain untuk hidup bersama dan punya anak. Baca lebih lanjut

Asrama IPB Sukasari

Sukasari…sukasari…you are always in my heart..

sukasari1Kalimat di atas adalah penggalan lagu ‘kebangsaan’ penghuni Sukasari. Ya, Sukasari adalah nama sebuah tempat di Kota Bogor dimana asrama tempat saya tinggal dulu (sewaktu tingkat II dan III) berdiri kokoh, gagah, tegar, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Di Asrama IPB yang tua ini, kami ditempa menjadi insan berdikari. Segala asa, tangis, sedih, bahagia, dan amarah dapat sewaktu bercampur lebur. Namun, itulah asrama Sukasari. Dengan uang Rp20.000,00 per bulan kami tinggal berfasilitaskan kulkas, telpon, TV, air PAM, listrik, dapur umum, binatu, lapangan olah raga, serta pepohonan rindang dengan buah alpukat dan rambutan yang tumbuh mengenal musim. Baca lebih lanjut

Snapshot: Pra-Wisuda

Gambar berikut saya ambil sewaktu gladi resik wisuda tahap I IPB bulan Oktober kemarin. Sudah lama, baru inget tujuan saya memfoto bagian ini: nampilin di blog (ha..ha…). Ini foto saya ambil atas seijin yang difoto. Tidak lain dan tidak bukan, yang difoto adalah kakak kelas saya, yang diwisuda bareng beberapa bulan lalu.
snap-shot
Pengantar…
Memang, kadang untuk mempersiapkan segala sesuatu dimulai dari memberi alias berkorban terlebih dahulu. Sama halnya dengan kakak kelas yang satu ini. Entah, memang apa dasanya ia kocak dan lucu abis. Sewaktu saya bilang, “koq bandroll-nya belum dicabut?”. Ia menjawab, “biarin aja, baju ini saya beli tadi malam”. Senyum pun merekah di antara kami, narsis…narsis…:-)

Eh, ntar dulu..emang apa hubungannya dengan pengorbanan dan kejadian sebelum hari-H wisuda tersebut? Sederhana, kadang kita ingin tampil dan berbuat yang sebaik mungkin pada momen yang kita anggap penting dan tak kan terulang. Lalu, bagaimana dengan detik-demi detik yang kita lalui? Bukankah ia tak kan terulang? Lalu, bagaimana dengan besarnya niat dan usaha kita? So, akankah kita biarkan kebaikan-kebaikan itu akan berlalu..?

Pejuang Jamblang: Kemana hendak melangkah?

Orang sunda memang unik. Hal ini dapat dilihat, salah satunya dari nama yang sering diulang. Contoh saja, teman satu kos saya: Ikin Sodikin. Ha..ha…kenapa namanya nggak Sodikin atau Ahmad Shodiqin, atau apalah.
ikin
Teman saya yang satu ini kuliah di Departemen Statistika, satu kampus dengan saya. Alhamdulillah, beberapa minggu kemarin ia baru saja ujian sidang (Baarokallah saudaraku). Ada satu hal yang membuat saya tertarik menceritakan tentangnya. Ikin yang saya kenal adalah seorang yang rajin, tekun, dan ulet (bedanya apa ya? whatever lah).
Baca lebih lanjut