Pejuang Jamblang: Kemana hendak melangkah?

Orang sunda memang unik. Hal ini dapat dilihat, salah satunya dari nama yang sering diulang. Contoh saja, teman satu kos saya: Ikin Sodikin. Ha..ha…kenapa namanya nggak Sodikin atau Ahmad Shodiqin, atau apalah.
ikin
Teman saya yang satu ini kuliah di Departemen Statistika, satu kampus dengan saya. Alhamdulillah, beberapa minggu kemarin ia baru saja ujian sidang (Baarokallah saudaraku). Ada satu hal yang membuat saya tertarik menceritakan tentangnya. Ikin yang saya kenal adalah seorang yang rajin, tekun, dan ulet (bedanya apa ya? whatever lah).

Saya kenal dengan salah satu penerima beasiswa bergengsi PPSDMS Nurul Fikri ini sejak kuliah tingkat II. Ya, tingkat satu juga sih. Namun, masa itu saya tidak terlalu intens bertemu sehingga hanya sekedar nama dan muka. Ikin dibesarkan di Cirebon, daerah yang terkenal dengan nasi jamblangnya. Hmmm, saya jadi inget lakon sandiwara Cirebonan: Kang Sarmin (He…he..). Pendidikan sejak SD sampai SMA ia tempuh di tanah kelahiran. Sampai akhirnya, Allah mempertemukan kami di IPB sebagai satu saudara seiman dan seaktivitas.

Ia dikenal sebagai pakar di bidang asistensi Pendidikan Agama Islam. Hal ini karena amanahnya memang sebagai pengurus asistensi Agama Islam IPB. Sebagai insan yang gemar menebar cahaya Allah (insya Allah), Ikin memiliki perjalanan hidup yang unik seunik namanya.

Dibesarkan dari keluarga sederhana, Ikin tumbuh menjadi manusia yang taat beragama. Dari perbincangan dan investigasi yang saya lakukan (he..he…kayak conan aja), keluarga Ikin memang keluarga yang kompak. Kakaknya rela berkorban mencari nafkah membantu keluarga. Adiknya juga. Ia (Ikin) sangat sayang kepada orang tua dan kedua saudara kandungnya.

(Aduh, mau cerita apalagi tentang Ikin ya…koq jadi speechless🙂 udah malam nih kayaknya. Jadwal belajar belum dieksekusi nih…:-( )

Btw, singkat cerita….biarkanlah saya menggambarkan Ikin se-Ikin-yang saya kenal. Dengan berbagai aktivitas kampus yang tidak sedikit, seorang Ikin masih mempunyai ruang untuk keluarga. Ia juga masih mematrikan impian keluarga dan orang-orang sekitarnya untuk kemudian direalisasikan. Ia seorang yang perhatian dengan adik kelas dan teman.

Saudaraku, biarkan impian mereka terwujud dengan hadirmu…
Biarkan juga kegigihanmu meluluhkan ridho Ilahi Robbii…

6 responses to this post.

  1. Posted by bengkelbiru on Desember 10, 2008 at 9:43 pm

    wah..pasti si ikin orangnya baik tuh. tapi secara personal, pertemanan dengan si Ikin ceritanya harus banyak. nggak cuma flashback latar belakangnya dia aja..hehehe..salam..

    Balas

  2. Posted by duniabaruku on Desember 12, 2008 at 10:10 pm

    ‘harus’? Suka-suka saya dong..ha..ha…pake ‘harusin’ segala.
    Itulah Bung, saya kemarin waktu nulis lagi shock…makanya nggak diperpanjang lagi. Karena blog lama nggak di update walaupun sering ngunjungi…ya, kirim aja. Namanya juga blogging githu…

    Balas

  3. kang ikin diceritaiin tuh sama bang udin…
    kayak ipin dan upin –> jadinya Ikin dan Udin…ha2…:)

    Balas

  4. Posted by duniabaruku on Januari 4, 2009 at 4:53 pm

    @ yaghi, he..he..antum nggak tahu serunya kita waktu di kost-an ya???

    Balas

  5. Subhanallah pribadi yang mengagumkan…!!!

    Balas

  6. Posted by duniabaruku on Januari 9, 2009 at 8:58 pm

    @ Ahmad
    Halah, antum lebay nih…udah ketular syndrom kost-an ya. Sukses dong penyebar syndrom tsb. He..he…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: