Archive for April, 2009

Quick Count Pemilu 2009

Hasil quick count pemilu legislatif (pileg) 2009 memang diperbolehkan di publish oleh MK. Namun, KPU menyarankan kepada pihak lembaga survei untuk mempublish-nya setelah jam 12 hari-H pemilihan.

Hasil survei memang sudah ada oleh salah satu lembaga survei nasional. Tapi, hasil sepenuhnya akan ditentukan besok. Mudah-mudahana Allah SWT memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini.

Kira-kira, hasilnya bagaimana ya?

Puisi Pemilu: mencintai, dengan pilihanmu

aku ingin mencintaimu
dengan cinta yang sederhana
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu
dengan cinta yang sederhana
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
[1]

hanya butuh beberapa menit. tak butuh satu jam. namun, derita yang kan ditanggung dapat berbilang tahunan.

hanya satu hari. tak butuh satu bulan. namun, haruslah pasti pilihan itu pada kebenaran.

bila cinta memang buta, kenapa harus banyak yang menderita. butakah pilihan yang salah? tidak. tiada kata itu akan berulang. tiada kejadian yang akan mempersalahkan. kita hanya butuh satu tindakan: pilih yang berafiliasi kebenaran. Baca lebih lanjut

Prosa Demokrasi: Belum Ada Judul

Belum Ada Judul [1]
;prosa harapan bagi pemimpin masa depan

Pemilu 2009 sebentar lagi. Hingar bingar dan riuh gemuruh kampanye tlah berhenti. Itu kasat mata. Namun, entah di mana tempat tetap ada yang menyelinap. Ia mengendap dan sesekali muncul di tengah senyap.

Inilah kisah di negeri entah. Di mana janji bertebaran semasa dua puluh satu hari. Tak dipungkiri, cara dekil dan hina ditempuh demi massa. Konstituen yang bahagia tak lebih satu bulan saja, namun menderita hampir lima tahun lamanya. Benar atau tidak, itulah keluhan yang ada. Baca lebih lanjut

Generasi Sensitif

GenGSi, Generasi yanG Sensitif
:sebuah catatanperjalanan

tercipta engkau dari rusuk lelaki
bukan dari kaki untuk dialasi
bukan dari kepala untuk dijunjung
tapi dekat di bahu untuk dilindung
dekat jua di hati untuk dikasihi

mana mungkin, lahirnya bayangan yang lurus elok
jika datangnya dari kayu yang bengkok
begitulah pribadi yang dibentuk

didiklah wanita dengan keimanan
bukannya harta ataupun pujian
kelak tidak derita, berharap pada yang binasa
[1]

Di atas adalah potongan sya’ir tentang wanita. Ada apa dengan wanita? Ia, kata orang, diciptakan sebagai makhluk yang sensitif dengan dominasi perasaan dalam pertimbangkan suatu hal. Benar atau salah, tentu kembali pada pribadi masing-masing. Baca lebih lanjut