Saudaraku, Bersabarlah

Rasa memang unik. Tak dapat orang menerka, meski seribu tanya bergelayut menjadi kata. Adalah mungkin, sebuah prediksi dari himpunan cerita tentang masa depan diejawantahkan secara gamblang. Namun, bukankah ini hanya keinginan? Tiadakah ingat ikhtiar selalu beriring keputusan dari-Nya?

Ketika wajah cahaya kebenaran menyingsing, kuingat engkau merenda asa dan menyimpan rapi hasilnya. Kau tutup rapat, kendati sesekali mengintip tenunan elok kata hati.

Saudaraku, kutahu satu fase itu telah dilalui. Entah, kini adalah hari keputusanmu atau nanti. Yang pasti, kacamata dunia ini masih menampakkan fakta: tentang apa.

Masa setelah mentari menampakkan senyum, kulihat kau intip hati dan sesekali bangkit berkata manja: mana? Ah, engkau laksana belia.

Ya, memang satu masa engkau dirundung awan kegelisahan. Melihat bintang gemintang dengan kerdipnya yang menggoda, sesekali memacu kabut hingga cemberut.

Kendati senja belum meraja, kuberanikan diri mengajukan petisi.

Kawan, pernahkah ada dalam citamu setanggi tekad? Bila ada, izinkan ia membulat.

Saudaraku, masihkah tenun itu di hatimu? Jika ada, rawat dan jadikan penghapus air mata.

Sesekali, belajarlah menjadi pejuang. Tak kan ada pahlawan tanpa ada yang dikorbankan. Lalu, apa yang telah dan tengah kau siapkan?

Ingat, tiada pejuang yang lena dengan ujian. Pun, takkan ada pengorbanan tanpa apa yang bisa diandalkan.

Jadilah dermawan dengan segudang keikhlasan. Jangan lemah: hamasah!

29/6/09-1:58

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: