Menulis Jurnal

Bagi insan akademisi dan peneliti, menulis jurnal adalah kebiasaan (apa kebutuhan ya😀 ). Setidaknya, ada beberapa alasan kenapa seorang menulis jurnal ilmiah:

a. Publikasi hasil penelitian
Penelitian perlu dan harus dipublikasi. Kenapa? Kalau sebuah penelitian tidak dipublikasikan, tak banyak yang tahu mengenai tema yang sedang diteliti bahkan keahlian sang peneliti. So, untuk lebih baiknya, publikasikanlah di media. Hal yang paling umum adalah di jurnal ilmiah.

b. Memperbanyak kredit ‘KUM’
Nah, kalau yang ini biasanya untuk naik pangkat….ninggiin gaji, de el el deh..He..he…Apakah nggak bagus? Bagus. Karena uang yang didapat untuk tujuan mulia, memberikan nafkah anak istri (so sweet n romantis🙂 ).

c. Menunjukkan keahlian peneliti
Bagi pengguna jurnal atau artikel ilmiah, sepertinya sudah ter-branding jika seorang menulis sebuh artikel atau jurnal ilmiah itu menunjukkan bahwa penulis tersebut berkompeten di bidangnya. Jadi, jurnal ilmiah dapat dikatakan bisa menunjukkan kompetensi si empunya jurnal. Sebagai contoh, gelar profesor diberikan karena memang yang digelari layak diberi. Kelayakan biasanya dinilai dari KUM (3000 klo nggak salah😦 ) dan terutama juga subjek/tema yang diteliti. Oleh karenanya, kita mengenal ada profesor ahli di bidang tertentu a, b, c, …

d. Ajang korespondensi ilmiah
Maksudnya gini, jurnal ilmiah itu dimanfaatkan oleh para peneliti untuk berkomunikasi tentang hasil penelitian. Bayangkan saja, bila tidak ada jurnal ilmiah, para peneliti cuman bisa berkomunikasi pada rekanan yang dikenal saja. Itu juga kalau ada waktu. Kalau sama-sama sibuk?

e. Dapat duit
He..he…agak berhubungan dengan poin b, bagi para peneliti yang dapat mempublikasikan (khususnya di Indonesia) di jurnal terakreditasi, dikti sudah menyiapkan award berupa dana insentif (bener nggak nih namanya?). Besarnya bervariasi, bergantung lingkup jurnal dan ekreditasinya. Jadi, lain kalo nulis jurnal ilmiah lingkup nasional dan internasional. Pun, berbeda jika jurnalnya sudah terakreditasi maupun punya ISSN.

f. Apa lagi ya? Segini aja deh…
Kayaknya ada lagi, tapi sebenarnya itu beralih pada kemauan dan hasrat (halah bahasanya…) masing-masing peneliti/akademisi. So, ayo nulis jurnal.

2 responses to this post.

  1. Kalau jurnal yang di tulis di blog lebih informal ya…

    Balas

  2. Posted by duniabaruku on Agustus 8, 2009 at 5:33 pm

    @ Bernardia Vitri
    Iya😀 Bergantung tujuan sih…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: