Archive for the ‘Islam’ Category

Nasihat Kematian

Nasihat Abu bakar r.a terhadap Umar Ibn Khaththab di detik-detik akhir kehidupannya:
“Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla punya hak di siang hari dan hak itu tidak Dia terima di malam hari.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla juga punya hak di malam hari dan Dia tidak menerimanya di siang hari.

Ketahuilah, shalat sunnah tidak diterima hingga Anda mengerjakan shalat wajib.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni surga dengan perbuatan terbaik mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Bagaimana amalku bisa sejajar dengan amal mereka?’ Itu terjadi, sebab Allah mengampuni kesalahan perbuatan mereka dan tidak mencelanya.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni neraka dengan perbuatan paling buruk mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Perbuatanku lebih baik dari perbuatan mereka’. Itu terjadi, karena Allah Azza wa Jalla menolak perbuatan mereka yang paling baik dan tidak menerimanya.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang kemakmuran bersamaan dengan ayat tentang kesusahan, dan ayat tentang kesusahan bersamaan dengan ayat tentang kemakmuran, agar orang mukmin menjadi orang yang berharap (kepada rahmat Allah) dan takut (siksa-Nya), lalu ia tidak membawa dirinya pada kebinasaan dan hanya mengharapkan kebaikan kepada-Nya.

Ketahuilah, timbangan orang yang berat timbangannya itu berat karena mereka di dunia mengikuti kebenaran. Itulah rahasia kenapa timbangan mereka menjadi berat.

Ketahuilah, timbangan orang yang ringan timbangannya itu ringan karena mereka dulu di dunia mengikuti kebatilan. Itulah penyebab timbangan mereka menjadi ringan.

Jika Anda menerima wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang paling Anda cintai selain kematian dan Anda pasti suatu hari nanti berhadapan dengannya. Jika Anda menyia-nyiakan wasiatku ini, maka jangan ada urusan ghaib yang lebih Anda benci daripada kematian” (Washaya Al Ulama’i, Ar Rib’i, hal 35)

Debat Kontroversi SKB Ahmadiyah

Ini adalah rekaman debat kontroversi SKB Ahmadiyah yang telah ditayangkan di TV-One. Sebuah pelajaran yang berharga, bagaimana dua kelompok yang mempunyai argumentasi masing-masing, dan tentunya mempertahankan pendapat yang diyakininya. Semoga dapat mengambil hikmah dari yang telah terjadi.

Video lainnya yang terkait (lanjutan SKB 1 sampai 5) dapat di download di youtube.

Pemilu 2009: Masa Depan Islam

Akankah Fakta Politik 2008 akan mengulang Tragedi 1998?

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1998, Rezim Soeharto secara institusional jatuh. Tapi tahukah Anda jika kejatuhan Soeharto itu tidak semata-mata diturunkan oleh gerakan mahasiswa? Hebat benar jika ada gerakan massa yang bernama mahasiswa dapat menjatuhkan sebuah rezim militer yang telah berakar urat dalam tubuh bangsa selama 32 tahun atau seusia dengan kelahiran 1 generasi, tanpa ada kekuasaan lain yang turut campur menekan jatuhnya rezim negara. Tentu ada kekuatan besar yang menekan.

Kekuasaan yang menekan itu bersifat internasional. Siapa lagi kalau bukan AS. Tesis ini didasarkan pada fakta wacana dan konspirasi yang disetting secara global. Ada banyak korelasi global yang bila dihubung-hubungkan dapat terbaca sebuah skenario global. Singkatnya titik-titik hubung itu ada pada Rezim Soeharto, terbentuknya ICMI, dan Teori Huntington. Baca lebih lanjut

Beda Netral dan Bebas

Entah, hari kemarin saya bingung. Sebenarnya, apa beda ‘bebas’ dan ‘netral’. Sekilas memang beda, dari kata, jumlah karakter, and so on lah. Namun, bagaimana entitas dalam realitanya?

Pikiran ini mulai menginfiltrasi memori saya ketika membaca sebuah artikel tentang kebebasan pers. Lalu, saya kaitkan dengan konteks kekinian tentang sepak terjang dunia pers. So, benarkah ada yang netral atau bebas di dunia ini? Ok, saya perjelas pembahasan di sini mengerucut pada konteks media massa. Baca lebih lanjut

Tasyakuran 5 INSIST

Sabtu, 9 Februari 2008 di Aula PPSDMS Nurul Fikri, Depok pkl 09.30-12.30 telah berlangsung tasyakuran sebuah lembaga yang mendedikasikan diri pada rekonstruksi khazanah pemikiran dan peradaban Islam. Lembaga tersebut lebih dikenal dengan nama INSIST, singkatan dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization. Di dalam ruangan tersebut berkumpul orang-orang yang tertarik dengan kajian peradaban Islam, mungkin sekitar 200 orang. sebagian besar besar pengunjung adalah anggota aktif INSIST dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek, bahkan ada yang dari luar daerah. Baca lebih lanjut

Masuk Islam

Senin, 28 Januari 2008 ada peristiwa yang mengesankan. Setelah sholat dzhuhur di masjid Ukhuwah UI, sembari membaca qur’an saya melepas lelah. Tiba-tiba, terdengar suara dari speaker masjid bahwa lima menit lagi akan ada acara masuk Islam. What? Saya bingung…apa maksudnya acara tersebut? Eh, ternyata ada yang mau masuk Islam…I see…I se…

Selang beberapa waktu kemudian acara pun dimulai. Seorang ustadz ditemani dua orang saksi dan di depan mereka ada seorang perempuan kelahiran 1981 yang mengenakan mukena terlihat serius. Setelah memberi pengantar, sang ustadz bertanya kepada perempuan tadi, “apakah ada paksaan Anda masuk Islam?”. “Tidak ada”, jawab perempuan tadi. “Atau barang kali ada yang mengiming-imingi sesuatu atau karena mau menikah?”, lanjut ustadz. “Menikah sama siapa?”, timbal perempuan bernama Imelda tersebut. “Ya…barang kali ada”, sang ustadz menjawab. “Nggak, nggak ada paksaan. Saya masuk Islam karena tertarik aja sama Islam….” jelas Imelda.

Ya, di sisi lain ada sebagian manusia yang mempromosikan agama lain dan menjelekkan Islam dengan berbagai cara…ternyata ada juga yang menuruti fitrahnya menuju Islam yang mulia. Subhanalloh…Allohu akbar!!!

hermeneutika dan fundamentalisme

Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi bahasa Inggris buku karya Jack Nelson-Pallmeyer tersebut. Banyak hal bisa dikritisi dari isi buku ini, karena penulisnya sudah menggugat kesucian teks Al-Quran. Misalnya, penulis berkesimpulan, bahwa ”Masalah Islam yang identik dengan kekerasan tidak hanya sebatas adanya ketidaksesuaian teks-teks, tetapi berakar pada banyaknya ayat-ayat dalam Qur’an yang melegitimasi kekerasan, peperangan dan intoleransi.” (hal. 165). Baca lebih lanjut