Nasihat Kematian

Nasihat Abu bakar r.a terhadap Umar Ibn Khaththab di detik-detik akhir kehidupannya:
“Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla punya hak di siang hari dan hak itu tidak Dia terima di malam hari.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla juga punya hak di malam hari dan Dia tidak menerimanya di siang hari.

Ketahuilah, shalat sunnah tidak diterima hingga Anda mengerjakan shalat wajib.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni surga dengan perbuatan terbaik mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Bagaimana amalku bisa sejajar dengan amal mereka?’ Itu terjadi, sebab Allah mengampuni kesalahan perbuatan mereka dan tidak mencelanya.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni neraka dengan perbuatan paling buruk mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Perbuatanku lebih baik dari perbuatan mereka’. Itu terjadi, karena Allah Azza wa Jalla menolak perbuatan mereka yang paling baik dan tidak menerimanya.

Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang kemakmuran bersamaan dengan ayat tentang kesusahan, dan ayat tentang kesusahan bersamaan dengan ayat tentang kemakmuran, agar orang mukmin menjadi orang yang berharap (kepada rahmat Allah) dan takut (siksa-Nya), lalu ia tidak membawa dirinya pada kebinasaan dan hanya mengharapkan kebaikan kepada-Nya.

Ketahuilah, timbangan orang yang berat timbangannya itu berat karena mereka di dunia mengikuti kebenaran. Itulah rahasia kenapa timbangan mereka menjadi berat.

Ketahuilah, timbangan orang yang ringan timbangannya itu ringan karena mereka dulu di dunia mengikuti kebatilan. Itulah penyebab timbangan mereka menjadi ringan.

Jika Anda menerima wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang paling Anda cintai selain kematian dan Anda pasti suatu hari nanti berhadapan dengannya. Jika Anda menyia-nyiakan wasiatku ini, maka jangan ada urusan ghaib yang lebih Anda benci daripada kematian” (Washaya Al Ulama’i, Ar Rib’i, hal 35)

Goresan Mobil

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.
“Buk….!” Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar. Batu itu dilemparkan oleh anak tadi. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. “Cittt….” ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Lanjutkan membaca

Politik dan Bisnis, Mana Yang Mendapat Tempat?

Adakah beda antara pelaku politik dan pelaku bisnis? Menurut saya sama saja. Hal ini didasarkan pada beberapa hal, yakni kesamaan:
1. Orientasi keuntungan
Politik mengedepankan keuntungan. Entah bagi pihak yang melakukan praktek politk, maupun untuk tujuan yang lebih luas. Tapi jelas, pelaku politik punya keinginan mencapai tujuan. Tujuan dapat berupa kewenangan memerintah (baca: kekuasaan), citra diri sebagai pemimpin, maupun lainnya (bahkan mungkin kekayaan).

Adapun bisnis, meskipun orang lebih cenderung mengaitkannya dengan uang, tak dapat disangkal itulah bagian dari keuntungan. Kadang, dengan bisnis yang maju juga menjadi penyebab mendapat akses kekuasaan. Lanjutkan membaca

Nanoteknologi: Dunia Makin Kecil

Pernahkah memperhatikan alat elektronik saat ini? Ambil contoh, sebuah HP. Dahulu, saat pertama kali ditemukan, handphone adalah satu alat telekomunikasi tercanggih. Ia dapat menghubungkan seseorang dengan orang lainnya dalam jarak yang cukup jauh.

Pada awalnya, handphone memiliki bentuk yang super besar. Ia dapat sebesar lengan bahkan sampai ada yang tak muat di lingkar tangan. Namun, teknologi nirkabel ini menjadi mini. Lebih kecil dari sebelumnya. Bahkan, mungkin akan ditemukan yang lebih kecil daripada handphone mungil seri terbaru sekarang.

Mungkinkah? Mungkin saja. Hal ini didukung dengan penemuan pakar dan ilmuwan tentang terobosan teknologi massa. Teknologi yang dapat mengemas suatu yang luas menjadi sempit, besar menjadi kecil, dengan kualitas yang sama bahkan lebih prima.

Teknologi tersebut bernama nanoteknologi. Ya, teknologi sangat mini berbasis atomik. Piranti handphone masa nanti, boleh jadi akan memungil alias mengecil (halah, pake diksi segala he..he…). Kita tunggu saja, laptop mini, jam tangan mini, HP mini, dan lainnya yang mini-mini.

Obat Pencegah HIV AIDS

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) menjadi penyakit yang paling menakutkan dalam dekade sekarang. Meskipun sebenarnya sudah lama dikenal, obat AIDS belum ada. Dahulu, ada berita bahwa kina berpotensi sebagai obat HIV AIDS. Namun, sampai kini belum jelas bagaimana perkembangan penelitian klinisnya.

AIDS disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus-virus ini dikenal dengan nama Human Immune-Deficiency Virus (HIV). Apabila terjangkit virus HIV, tubuh akan rentan terserang berbagai penyakit. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh telah dilumpuhkan oleh virus penyebab AIDS. Lanjutkan membaca

Virus Flu Babi (H1N1)

World Health Nation (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, telah menginformasikan bahwa virus flu babi telah menyebar ke lebih dari 20 negara di dunia. Meskipun begitu, WHO masih menimbang dan mengkaji apakah akan ada kenaikan status ke level 6. Sebagaimana kita ketahui, saat ini badan ini telah mengumumkan status darurat level 5.

Status darurat level 5 artinya virus flu babi tersebut telah berpotensi menyebar dengan sangat cepat. Adapun level 6 merupakan status bahwa flu babi telah menjadi penyakit pandemik. Apa itu pandemik? He..he…kayaknya nyoba aja nih. Kalau menurut kamus sih, berarti ‘tentang penyakit’. Tapi, mengalami perluasan makna menjadi penyakit yang menyebar luas dan mewabah. Lanjutkan membaca

Phenylpropanolamine (PPA)

Phenylpropanolamine (PPA) sempat merebak lagi pada Awal MAret 2009. Berita yang ada mengemukakan bahwa Badan Pengawasan Obat Amerika Serikat (FDA) katanya mengeluarkan public advisory bagi warganya untuk tidak mengkonsumsi obat yang mengandung PPA.

PPA di dalam obat diduga menyebabkan bertambahnya peluang stroke. Lha, gawat khan. Eh,selidikpunya selidik ternyata berita tersebut hoax. Meskipun sebagian ada benarnya, namun sekilas berita ini menyesatkan. Untuk lebih jelasnya, silakan buka link ini dan itu.