Posts Tagged ‘Catatan’

Teknik Menulis Jurnal

Setelah mengetahui urgensi dan alasan menulis jurnal ilmiah, berminatkah menulis jurnal? Bila ya, ada yang perlu diperhatikan. Menurut situs infosains.com, pada dasarnya menulis jurnal ilmiah adalah sama. Entah itu di jurnal skala nasional, internasional, baik yang terakreditasi, maupun ber ISSN.

‘Sama’, maksudnya memang umumnya tak banyak perbedaan antara satu penyedia layanan publikasi jurnal dengan penyedia lainnya. Bila kita sudah terbiasa menulis artikel ilmiah, tak ada kendala yang berarti (cie..cie…).

Yang menjadikan berbeda, kata infosains.com, adalah aturan spesifik masing-masing penyedia layanan publikasi. Perbedaan ini misalnya format penulisan daftar pustaka, susunan akhir (sebagian format penulisan), dan beberapa lainnya.

Untuk lebih jelasnya, infosain.com telah menyediakan beberapa contoh aturan teknik penulisan jurnal skala nasional. Pembaca dapat mengaksesnya langsung di site penyedia layanan publikasi jurnal langsung atau di infosains.com.

Membaca, Siapa Takut?

Membaca. Sebuah kata yang terdengar ringan, baik sekedar melafalkan bahkan melakukan. Melafalkan hanya butuh kemampuan aksara, sedangkan melakukannya hanya perlu tambahan mata.

Sepertinya semua sepakat bila membaca adalah cara cerdas menimba ilmu. Meskipun menghadiri tempat pendidikan (sekolah, perguruan tinggi, majlis ilmu, atau sejenisnya), tetap saja membaca adalah syarat terbukanya hikmah. Bahkan, membaca adalah satu-satunya cara murah dan mudah memelihara pengetahuan dan menguak pintu kepahaman. Baca lebih lanjut

hermeneutika dan fundamentalisme

Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi bahasa Inggris buku karya Jack Nelson-Pallmeyer tersebut. Banyak hal bisa dikritisi dari isi buku ini, karena penulisnya sudah menggugat kesucian teks Al-Quran. Misalnya, penulis berkesimpulan, bahwa ”Masalah Islam yang identik dengan kekerasan tidak hanya sebatas adanya ketidaksesuaian teks-teks, tetapi berakar pada banyaknya ayat-ayat dalam Qur’an yang melegitimasi kekerasan, peperangan dan intoleransi.” (hal. 165). Baca lebih lanjut

Renaissance Indonesia

Istilah renaissance bermakna kelahiran kembali atau kebangkitan kembali. Istilah ini mengacu kepada sejarah dunia Barat –khususnya Eropa dan memang berawal dari Eropa– sejak perioda abad ke-15 menurut satu sumber, atau abad ke-16 menurut sumber lain. Karena itu kita perlu menelusuri secara singkat sejarah Barat, dan kebangkitan tersebut tidak terlepas dari hubungan yang sedemikian lama antara dunia barat dengan dunia Timur. Baca lebih lanjut