Posts Tagged ‘Mahasiswa’

Teknik Menulis Jurnal

Setelah mengetahui urgensi dan alasan menulis jurnal ilmiah, berminatkah menulis jurnal? Bila ya, ada yang perlu diperhatikan. Menurut situs infosains.com, pada dasarnya menulis jurnal ilmiah adalah sama. Entah itu di jurnal skala nasional, internasional, baik yang terakreditasi, maupun ber ISSN.

‘Sama’, maksudnya memang umumnya tak banyak perbedaan antara satu penyedia layanan publikasi jurnal dengan penyedia lainnya. Bila kita sudah terbiasa menulis artikel ilmiah, tak ada kendala yang berarti (cie..cie…).

Yang menjadikan berbeda, kata infosains.com, adalah aturan spesifik masing-masing penyedia layanan publikasi. Perbedaan ini misalnya format penulisan daftar pustaka, susunan akhir (sebagian format penulisan), dan beberapa lainnya.

Untuk lebih jelasnya, infosain.com telah menyediakan beberapa contoh aturan teknik penulisan jurnal skala nasional. Pembaca dapat mengaksesnya langsung di site penyedia layanan publikasi jurnal langsung atau di infosains.com.

Hadim: Sisi Aktivis Sejati

hadim2
Hadim dilahirkan di Lampung, sebuah daerah masyhur transmigrasi di bagian Pulau Sumatera. Saya kenal Hadim saat bersama dalam satu kepanitiaan acara penyambutan mahasiswa baru di kampus. Hadim yang saya kenal, adalah seorang teguh dengan segala keterbatasan.

Saya lupa berapa jumlah tepat saudaranya. Namun, yang saya tahu ia dilahirkan sebagai anak seorang biasa. Bersama dengan kakaknya, kini ia tinggal di Bogor. Saya pernah berbincang dengan Hadim. Ia menceritakan tentang keluarga dan dirinya. Sejak kecil, orang tuanya sudah meninggal dunia. Sejak SD sampai SMA, ia disekolahkan oleh tetangga dan atau orang yang dermawan mau membantunya. Tidak sama dengan anak-anak seusianya, Hadim besar tanpa kasih sayang orang tua, kemegahan tempat tinggal dan pemenuh perut maupun dahaga. Dengan bekal shaum daud dan kezuhudan, seorang Hadim meretas jalan menuju surga Allah SWT. Baca lebih lanjut

Menanti Pemimpin dari Langit

Menanti Pemimpin dari Langit

pemiraPerhelatan politik kampus semakin memanas. Bergitulah kiranya yang menjadi kesimpulan tentang keadaan dunia pergerakan berbasis moral intelektual ini. Pasalnya, estafet kepemimpinan keorganisasian mahasiswa tengah terjadi di kampus yang mengabdikan diri di bidang pertanian. Pertarungan kepentingan, kebutuhan, dan ideologi menjadi sengit karena kontestan kali ini terdiri dari berbagai warna yang menyusun pelangi kampus. Apabila dicermati dari kampanye-kampanye yang tengah beredar di sekitar kita, terdapat banyak kemajuan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Walaupun tak semarak ketika era pergerakan mahasiswa mencapai tonggak pada tahun 1998, intrik politik yang merebak dan pestapora sisi lain dunia kampus saat ini cenderung meriah. Peminat dunia kelembagaan mahasiswa dapat dikatakan meningkat dengan parameter banyaknya kontestan yang mendaftar sebagai calon pemimpin kampus. Dengan latar belakang organisasi, ideologi, dan kepentingan yang berbeda para calon pemegang kebijakan dunia kemahasiswaan kampus hijau ini berjibaku menarik simpati mahasiswa lainnya. Perang slogan, janji, dan komitmen terhadap pemilih menjadi andalan para calon presma-wapresma meraih kemenangan. Baca lebih lanjut

Kampus dan Politik Lokal

Perhelatan politik kampus semakin memanas. Bergitulah kiranya yang menjadi kesimpulan mengenai keadaan dunia pergerakan mahasiswa di IPB saat ini. Pasalnya, estafet kepemimpinan organisasi mahasiswa tengah terjadi di kampus yang mengabdikan diri pada bidang pertanian. Pertarungan kepentingan, kebutuhan, dan ideologi menjadi sengit karena kontestan kali ini terdiri dari berbagai warna yang menyusun pelangi kampus. Hal ini menyebabkan eskalasi politik mahasiswa. Apabila dicermati dari kampanye-kampanye yang tengah beredar di sekitar kita, terdapat banyak kemajuan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Walaupun tidak semarak ketika era pergerakan tahun 1998, intrik politik yang merebak dan pestapora sisi lain dunia kampus saat ini cenderung meriah. Peminat dunia kelembagaan mahasiswa dapat dikatakan meningkat dengan parameter jumlah kontestan yang mendaftar sebagai calon pemimpin kampus. Dengan latar belakang organisasi, ideologi, dan kepentingan yang berbeda, para calon pemegang kebijakan dunia mahasiswa berjibaku menarik simpati mahasiswa lainnya. Baca lebih lanjut