Posts Tagged ‘negara’

Bangsa Pengemis

Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis,
Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Masa Penjajahan Baru,
Kata Si Toni
(Karya Taufik Ismail)

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Jadi sangat tergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara
Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia
Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
Kepada Amerika, Jepang, Eropa, dan Australia
Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi
Dan rama-ramailah mereka pesta kenduri
Sambil kepala kita dimakan begini
Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti
Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi
Penjajahnya banyak digerakannya penuh harmoni
Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama
Menggigit dan mengunyah teratur berirama Baca lebih lanjut

Prosa Demokrasi: Belum Ada Judul

Belum Ada Judul [1]
;prosa harapan bagi pemimpin masa depan

Pemilu 2009 sebentar lagi. Hingar bingar dan riuh gemuruh kampanye tlah berhenti. Itu kasat mata. Namun, entah di mana tempat tetap ada yang menyelinap. Ia mengendap dan sesekali muncul di tengah senyap.

Inilah kisah di negeri entah. Di mana janji bertebaran semasa dua puluh satu hari. Tak dipungkiri, cara dekil dan hina ditempuh demi massa. Konstituen yang bahagia tak lebih satu bulan saja, namun menderita hampir lima tahun lamanya. Benar atau tidak, itulah keluhan yang ada. Baca lebih lanjut