Posts Tagged ‘penjajah’

Bangsa Pengemis

Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis,
Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Masa Penjajahan Baru,
Kata Si Toni
(Karya Taufik Ismail)

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Jadi sangat tergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara
Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia
Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
Kepada Amerika, Jepang, Eropa, dan Australia
Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi
Dan rama-ramailah mereka pesta kenduri
Sambil kepala kita dimakan begini
Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti
Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi
Penjajahnya banyak digerakannya penuh harmoni
Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama
Menggigit dan mengunyah teratur berirama Baca lebih lanjut

Mahasiswa dan Kebangkitan Nasional

Mulat sarira angrasa wani, rumangsa melu andarbeni, wajib melu angrukebi – “berani mawas diri, merasa ikut memiliki, wajib ikut menjaga”.

Pangeran Mangkunagara III

Kebangkitan nasional telah satu abad bergulir (?). Kajian positif mengenai hal ini adalah perubahan dari berbagai segi kehidupan. Dalam urusan berbangsa dan bernegara, kebangkitan nasional menjadi poin penting titik tolak kemerdekaan. Mulai satu abad yang lalu (?), beberapa pemuda generasi terbaik bangsa ini mencoba bangkit untuk memperbaiki negeri yang telah berabad-abad terjajah. Bangsa ini membutuhkan terobosan baru untuk keluar dari lubang kumuh kolonial. Berawal dari pendidikan, perjuangan itu muncul menstimulasi lahirnya peradaban. Pergerakan yang dimotori oleh segolongan kaum intelektual tersebut merambah ke ranah yang lebih menantang, ranah politik. Baca lebih lanjut