Posts Tagged ‘Renungan’

Membaca, Siapa Takut?

Membaca. Sebuah kata yang terdengar ringan, baik sekedar melafalkan bahkan melakukan. Melafalkan hanya butuh kemampuan aksara, sedangkan melakukannya hanya perlu tambahan mata.

Sepertinya semua sepakat bila membaca adalah cara cerdas menimba ilmu. Meskipun menghadiri tempat pendidikan (sekolah, perguruan tinggi, majlis ilmu, atau sejenisnya), tetap saja membaca adalah syarat terbukanya hikmah. Bahkan, membaca adalah satu-satunya cara murah dan mudah memelihara pengetahuan dan menguak pintu kepahaman. Baca lebih lanjut

Saudaraku, Bersabarlah

Rasa memang unik. Tak dapat orang menerka, meski seribu tanya bergelayut menjadi kata. Adalah mungkin, sebuah prediksi dari himpunan cerita tentang masa depan diejawantahkan secara gamblang. Namun, bukankah ini hanya keinginan? Tiadakah ingat ikhtiar selalu beriring keputusan dari-Nya?

Ketika wajah cahaya kebenaran menyingsing, kuingat engkau merenda asa dan menyimpan rapi hasilnya. Kau tutup rapat, kendati sesekali mengintip tenunan elok kata hati. Baca lebih lanjut

Goresan Mobil

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.
“Buk….!” Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar. Batu itu dilemparkan oleh anak tadi. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. “Cittt….” ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Baca lebih lanjut

Puisi Pemilu: mencintai, dengan pilihanmu

aku ingin mencintaimu
dengan cinta yang sederhana
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu
dengan cinta yang sederhana
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
[1]

hanya butuh beberapa menit. tak butuh satu jam. namun, derita yang kan ditanggung dapat berbilang tahunan.

hanya satu hari. tak butuh satu bulan. namun, haruslah pasti pilihan itu pada kebenaran.

bila cinta memang buta, kenapa harus banyak yang menderita. butakah pilihan yang salah? tidak. tiada kata itu akan berulang. tiada kejadian yang akan mempersalahkan. kita hanya butuh satu tindakan: pilih yang berafiliasi kebenaran. Baca lebih lanjut

Prosa Demokrasi: Belum Ada Judul

Belum Ada Judul [1]
;prosa harapan bagi pemimpin masa depan

Pemilu 2009 sebentar lagi. Hingar bingar dan riuh gemuruh kampanye tlah berhenti. Itu kasat mata. Namun, entah di mana tempat tetap ada yang menyelinap. Ia mengendap dan sesekali muncul di tengah senyap.

Inilah kisah di negeri entah. Di mana janji bertebaran semasa dua puluh satu hari. Tak dipungkiri, cara dekil dan hina ditempuh demi massa. Konstituen yang bahagia tak lebih satu bulan saja, namun menderita hampir lima tahun lamanya. Benar atau tidak, itulah keluhan yang ada. Baca lebih lanjut

Indahnya Kemiskinan

“Kamu pinjam beras ke Bulek Budi dua kilo nak!” Begitu perintah Ibu yang hampir setiap pekan keempat setiap bulan saya dengar. Jatah beras yang diterima Bapak setiap tanggal 10 tidak cukup untuk menghidupi tujuh orang anaknya. Bulek Budi, tetangga sekitar 50 meter dari rumah kami adalah salah satu ‘langganan’, tempat kami meminjam beras. Pak Budi memang satu kantor dengan Bapak kami. Bedanya Pak Budi secara ekonomi kondisinya jauh lebih baik daripada kami. Saya sendiri, sebenarnya terlalu dini untuk mengetahui urusan perekonomian orangtua. Yang saya mengerti satu, bahwa jika Ibu menyuruh saya untuk pergi ke Bulek Budi, berarti ‘gentong’ tempat Ibu menyimpan beras sudah kosong. Baca lebih lanjut

Potential is Nothing

Sabtu yang lalu, saya menghadiri acara temu sponsor beasiswa salah satu yayasan bergengsi di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh sponsor beasiswa, penerima beasiswa, dan pihak institusi perguruan tinggi penerima beasiswa.
okay, karena akhir-akhir ini saya agak males untuk nulis banyak di blog, sebenarnya kesempatan mood kali ini ingin share sesuatu. Apakah itu? Satu kalimat yang terdengar berbeda ketika acara tersebut berlangsung, dan menurut saya mengandung banyak filososfi (chie..) adalah perkataan dari Presiden Coca Cola Company. Beliau bilang in english (udah saya terjemahkan bebas):

“Potensi (yang Anda miliki) itu tidak ada apa-apanya. Apabila tidak melakukan sesuatu. Oleh karena itu, lakukanlah sesuatu dengan potensi Anda tersebut…” Baca lebih lanjut